Admin Versus Developer Program Pendataan

Pada sebagian besar sistem pendataan yang tersebar luas banyak hal yang terjadi dibelakangnya. Sebagian developer program akan membuat program baru yang menurutnya sesuai dengan segala bentuk data masukan. Sebagian lainnya berusaha untuk meneliti terlebih dahulu data masukan yang ada yang nantinya dijadikan pedoman untuk membangun program. 

Pada saat sistem mulai berjalan hal paling sering terjadi adalah perbedaan pemikiran antara admin program sebagai pengguna program dengan developernya. Banyak admin program mengharapkan program yang sederhana, mudah dalam penggunaan, dan mudah disesuaikan dengan data yang dimilikinya. Hal tersebut adalah titik awal yang dapat menimbulkan permasalahan diantara admin dan developer.
Permasalahan yang sering dialami oleh admin sebagian besar berasal dari kekurangan data yang diperoleh dari lapangan atau data yang diberikan subyek pendataan. Dalam hal ini sangat diperlukan usaha tersendiri dari admin program untuk menggali secara pribadi kekurangan data dengan segala macam cara yang memungkinkan. Pada suatu saat ketika usaha yang dilakukan admin tersebut mengalami kendala, maka mulailah admin akan menghubungkan permasalahan data dengan program pendataan yang ada. Sebagian permasalahan selalu berkaitan dengan aturan-aturan atau role yang telah dibakukan dalam bentuk program dan tidak dapat dirubah oleh admin. Padahal admin merasa perubahan yang ada dapat dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan karena data yang telah dimiliki dapat didatakan dengan mulus tanpa notifikasi apapun dari program. Selain itu permasalahan dapat juga berwujud variabel khusus dalam program yang tidak sesuai dengan variabel pada data yang dimilik oleh admin.
Berdasarkan atas pengetahuan dan kemampuan pemrograman dar seorang developer program, pada umumnya program dibuat dengan tanpa melihat pengaruh yang muncul ketika program dipergunakan oleh orang lain. Developer selalu menitik beratkan bentuk dan kinerja program dimana program dapat dipergunakan tanpa error atau macet ketika dijalankan. Mereka hanya akan merasa bersalaha atau merasa gagal ketika mereka mendapati adanya kesalahan pada saat program gagal untuk dijalankan atau program tidak dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Untuk mengatasi hal tersebut diambil langkah-langkah taktis ala programer, yaitu dengan menghilangkan semua laporan kesalahan atau memberikan penambahan role pada program dimana isi role tersebut adalah menolak data yang nantinya dapat menimbulkan kesalahan kerja program. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s